• Home
  • Beranda
facebook twitter instagram pinterest

tiwul

    aku memang kurang beruntung dalam sekolah formal, bagaimana tidak, aku tak pernah 10 besar dalam kelas di sekolah, meskipun sering lomba dan juara, matematika khususnya. itulah kelemahanku, hanya fokus pada matematika dan sesuatu yang menuntut logika dan hitungan sahaja, hal berbau hafalan? tentu hilang. bahkan aku tidak dapat mendaftar undangan atau snmptn, apalah itu. hanya nilai matematika saja yang ada, lainnya entah berbentuk apa, khususnya kimia. selama 3 tahun sma, aku tak faham apa itu dan mengapa kita harus belajar kimia. saat tes sbm, hanya ku kerjakan 1 dari 15 soal. dan alhamdulillah tembus di jurusan idaman pada kampus bergengsi. naas, ku malah memilih akuntansi di selatan jakarta dibanding statistika di bumi angkringan, ini adalah salah satu penyesalan terbesar dalam hidupku sekarang. bahkan aku sudah belajar mati-matian, tanpa tidur, mungkin begini hidup dalam penjajahan jepang, fikirku. dan oleh sebab itu, tahun ini aku sangat keras pada adik keduaku. dia tak pernah mau belajar, membuka buku pun hanya novel. sampah. tapi kemarin, pada sekitar akhir juni, adekku mengirim pesan, "aku diterima utbk.". singkat dan membuatku seketika bersujud pada tuhanku, bahkan ntah mengapa air mata ini menetes, bahkan saat aku membuka pengumuman sbmptn 2016, aku tak ada emosi sama sekali. pada malamnya, selepas magrib kembali menetes si air ini, pada saat membaca surat al kahfi ayat ke-19. memang tak ada hubungannya, tapi seketika mulutku kembali mengucap syukur, ntah mengapa.hanya ingin bercerita dan berterimakasih pada sang pencipta.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

haiii! tahun baru pada kemana nih? semoga sedang dalam keadaan bahagia semua yaa amiinnn

    sedikit ku bercerita mengenai hal ini, hal yang dirayakan setahun sekali, tahun baru. tahun baru bagi orang, itu adalah hal yang identik dengan perayaan dan juga mengucapkan resolusi untuk tahun berikutnya, tapi tidak denganku. untuk apa membuat resolusi setiap tahunnya, meski hampir sama dengan membuat target dalam sebuah acara atau dalam pekerjaan, bagiku itu hal yang berbeda. resolusi bagiku tetap kita buat saat terfikirkan saja. aku tau ini hal yang kemungkinan salah, tapi setidaknya aku tak menggantinya setiap tahun, tapi aku selalu membuat target, harus kapan dan bagaimana, jadi tak melulu hingga 31 desember. bahkah di tahun ini, aku sedang bingung harus mulai makan nasi atau melanjutkan tidak makan nasi(diet yang ku jalani sejak februari). ya meski tak terlihat dampaknya secara signifikan, tapi aku merasakan ada perbedaan, aku jadi jarang mengantuk dan tak sepegal dulu, berat badan? ntahlah, tak terasa berbedaa. tetapi dompet berbeda, aku yang diet, dompet yang kurus hahahhaha. ok, kembali ke topik, tahun baru bagiku sama seperti malam-malam biasanya, dan aku tak pernah menganggapnya sebagai seuatu hal yang harus dirayakan, bagaimana tidak, sebagai orang jawa dan islam, tak ada di budaya dan ajaranku. bukan berarti aku menyalakan teman-temanku yang merayakannya, tapi hanya pikiranku saja yang agak nyelene. sah-sah saja kok merayakan, tapi aku tak terlalu wow saja hahah. meski aku tak ada perasaan seakan merayakan, aku selalu menikmati acara di tahun baru, baik bakar-bakar atau apa gituuu.

    dan tahun baru bagiku, selalu menjadi hari dimana aku melakukan sesuatu yang luar biasa. kuceritakan satu persatu. meski tak detail, tapi setidaknya itu yang kuingat. tahun baru ini misal, aku malah duduk di depan laptop, ngeblog, sambil lihat live salah satu idol jepang, tidak lupa dengan sebatang nikotin di tangan hahahha. tak merasa istimewa, meski ada ajakan, tapi aku tolak. bodo. bahkan tahun baru setahun lalu, pertama kalinya bagiku tidur berdua dengan seorang wanita yang bukan muhrim, pertama, meski tak sampai jadi apa-apa, aku sunggu takut saat itu, hingga aku tidur pun dengan berucap istigfar terus hahahah, padahal sang wanita sendiri dalam keadaan mabuk dan sudah biasa untuk melakukan "itu". bodonya aku. pernah juga pada tahun baru keberapa, aku lupa,  aku pernah kegendam di stasiun tanah abang, kegendam pek, ancoook. jam tangan yang mungkin sehagra 15ribu, ku beli dengan harga 300 ribu, itu pun aku tak menolak. bukan, bukan aku yang ingin membeli, tapi tiba-tiba ada sesorang menepuk pundakku dan langsung menyodorkan jam, ntah bagaimana, aku hanya mengangguk-ngangguk dan memberikan 6 lembar kertas berwarna biru itu padanya. pernah juga di waktu sma tahun akhir, aku yang sedang menyukai seseorang, menolak ajakan orang tua untuk bakar-bakar di rumah saudara, dan itu kumpul-kumpul keluarga besar, demi tahun baru bersama orang itu di sekolah, iya, di sekolah, acaranya tak wajib, tapi ntah bagaimana aku membujuknya untuk ikut, atau apa, aku lupa. dan pertemuan terakhir dengan orang ini juga(sekarang udah sering ketemu lagi selang beberapa tahun), ku nikmati tahun baru(tiga tahun lalu), dan itu adalah terakhir kalinya aku meminum minuman haram itu, hahahah, pikiranku tersadarkan setelahnya, alkohol gak ada gunanya.

    aku hanya ingin berterimakasih kepada romawi modern dan juga kepada agama yang dianut oleh teman-temanku ini, bisa membuat acara seperti ini untuk dirayakan setiap tahunnya, meski bagiku tidak terlalu istimewa, tapi aku sangat menikmatinya, meski dari-dulu aku malah banyak tidur di pukul 8 ke atas. hahha. maafkeun hehehe. have a nice night guys. stay safe.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

    12.12 (dua belas dua belas), mungkin diskon dan diskon yang selalu diingat. entah kapan ini mulai, mungkin saat lazada dan teman-temannya datang. tapi tidak bagiku. 12 desember adalah hari yang kuingat tentang seorang wanita, sebut saja beby, meski bukan mantan pertama, ia adalah wanita pertama yang ku ceritakan ke mama. ia lebih tua dari ku, aku mulai sadar, mungkin disini aku mulai lebih menyukai orang yang lebih tua dari ku, hanya saja kali ini aku menyukai yang lebih muda. aku ceritakan kapan-kapan perihal ini. 

    Ntah apa bagusnya, aku lupa bagaimana aku bisa menyatakan di tanggal itu, 12 Desember 2012, iya 12-12-12. cantik bukan tanggalnya, aku kira kebetulan sesaat, ternyata sesat hahaha. hari itu hari rabu bila tak salah, karena seingatku aku masih melakukan kelas tambahan di sekolah, iya hanya kelasku, kelasku memang istimewa, tapi sekarang sudah tak ada kelas seperti itu lagi. tuhkan aku mulai melimpir. Beby sosok yang lebih kecil dan lebih tua. dia suka marah-marah bila diganggu saat bermain fending frenzi atau apa itu namanya. dia memiliki asma tapi masih saja coba-coba rokok, bahkan di warung budheku, hadeeh. ia adalah alasan aku kembali bersemangat masuk sekolah dan lbb. biasalah anak smp, geng and geng gituuu. setiap pagi aku lewat depan kelas hanya sekedar bersapa "halooo" hahahha, bocil bocill. apalabila istirahat atau jam kosong, ku ingat tempat yang selalu menjadi markas rahasiaku, dimana lagi bila tak di kelasnya, kadang ke perpus juga siiiih. sampe bu nur hafal hahhaha.

    Pulang kelas pun seperti sosok suami yang pulang kerja, "assalamualaikuuum!" teriakku depan kelasnya, disitu seakan semesta memiliki rencana, ntah apa yang kami bicarakan saat itu, aku lupa, hanya saja aku tau apa yang membuatku membaca novel harry potter pertama kalinya, apalagi jika bukan orang ini, jujurly, dulu capek bacanya hahah. mulai lah aku akrab dengan kakak kelas lainnya, dengan sebutan "oh nyari beby", iya, dia kakak kelas, setahun lebih tua dari ku. aku jadi mulai bisa bergaul kembali, tapi bukan dengan teman sekelas, untuk teman sekelas aku ceritakan lain hari ya hahah, thx to ilham my friend. 

    Kalo difikir-fikir, disini aku mulai tak bermain ke warnet lagi, waktu kuhabiskan, apabila kata orang "dimana ada beby disitu ada ivan" hahahaha. biasa, mbak-mbak momong bocil. bahkan aku sampai akrab dengan para pedagang, pak bon, tukang becak di sekolah, ia biasa kami disitu terus sampe sepi, jangan mikir macam-macam! masih smp. banyak guru lbb dan sekolah yang tau, bahkan wali kelasku, maaf bu nurindah hehehe, muridmu satu ini bandel emaang. bahkan mbak ayah mama tau dari guru dulu, hadeeeh. sekeluarga dari ayah pada tau semua hahhahah. aku lupa apa lagi yang mau aku ceritakan, bukannya aku tak ingat, hanya saja aku tak mau mengingat hal itu hahha, ya gimana gak inget, ada orang yang sampe udah males buat masuk sekolah langsung jadi semangat luar biasa, aku yang sekarang pun heraan. 


    beb! ora temennya beby! kalo baca ini gakusah diceritain siapa-siapaa yaaa, malu jaman muda dulu. doaku masih sama seperti dulu, moga bahagia di jalan masing-masing, udah berapa lama kita gak ketemu yaa? lama deh pokoknya hahahah.

edit: tambahan aja, gak perlu diinget sih tapi setelah kepergianmu adalah pertama bagiku menenggak minuman haram itu. memang benar itu membuatku sedikit gila, tapi sekarang sudah tak berbekas dan aku sadar bahwa alkohol tak akan memberikan apapun selain hanya menunda masalah, berbeda dengan rokok yang membuat kita dapat memikirkan solusi lebih asiq. udah cuma itu aja tambahannya, lainnya banyak sih, tapi cukup menjadi rahasia berdua aja hehehe.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

    Dalam hubungan orang tua dan anak pasti memiliki masalah masing-masing, begitu pun aku. Aku pernah sangat membenci orang tuaku bahkan hingga merubah kebiasanku. bukan karena urusan pentingku, seperti sekolah atau kuliah. aku sangat amat membenci mereka dulu. mungkin 2 bulanan aku tidak berbicara, bahkan pesan mereka tidak aku balas selama itu. ini terjadi di tanggal 30 November beberapa tahun lalu, setelah isya aku hanya menelfon rumah(aku tidak sedang di rumah), tanpa ada curiga apa-apa. aku menceritakan bahwa besoknya aku ada acara kelas untuk berlibur yang dinamakan makrab, seperti remaja pada seusiaku lainnya. disitu aku yang menjadi koordinator acaranya(koordinator banget gak tuh). semua seperti apa adanya. karena besok adalah hari bahagia bagi ku. menghabiskan waktu dengan bersenang-senang dengan teman-teman, merokok bersama, bermain, menghabiskan malam. begitu fikirku kala itu, tetapi saat sejam telfon ditutup, ada sebuah pesan masuk, bukan dari orang tua tetapi keluargaku yang lain. isinya berita duka berpunglangnya nenekku dari pagi sebelum subuh, ibu dari ibuku. aku tahu, meski aku bukan cucu kesayangan, bahkan namaku kadang tertukar dengan mas Haris. aku sangat amat marah dan sedih menjadi satu. ku telfon kembali orang tuaku. ali-ali menggunakan bahasa indonesia maupun basa krama yang terlihat sopan, ku gunakan ngoko "maksudmu opo, aku ra mok dudui nek mak um sedo?", begitu seingatku. aku tahu itu sangat menyakiti mereka. tapi hatiku juga sakit. orang tua yang sangat amat ku percaya bahkan tak mau memberi tahu sesuatu sepenting itu. untuk apa? kurang lebih aku berdiam diri di kamar sekitar beberapa jam hingga tengah malam dengan keadaan menangis sambil berkata jorok. saat itu aku benci semua manusia, bahkan aku sempat mengumpat tuhanku yang selalu kupanjatkan doa. setelah keadaanku sudah lumayan tenang, aku pergi ke minimarket terdekat, untuk pertama kalinya, aku membeli sebungkus rokok dengan keadaan sadar dan sangat amat ingin hal itu. tapi setidaknya aku tak membeli alkohol untuk meluapkan emosiku. seumur-umur, aku hanya meminum alkohol hanya karena wanita dan masalah akademik. sebungkus surya 16 habis sebelum subuh. gila memang, dadaku sesak karena asap lebih baik rasanya daripada sebelumnya, sesak karena manusia. paginya ku jemput temnaku, aghni, untuk berangkat ke titik kumpul, sudah dengan keadaan semua terlihat biasa-biasa saja. bahkan hingga acara selesai aku tak menunjukan rasa sedih sama sekali. aku tak mau orang tau, bahkan temanku saat itu. seminggu aklu tak keluar kamar atau menyapa kamar sebelah. bahkan kamar sebelah baru tahu aku merokok setelah dua minggu. seberapa banyak bungkus ku hisap, luka itu belom jua hilang dari lubuk. ini tak semenyaktikan patah hati karena wanita atau karena alasan akademik yang pernah ku dapat. tapi lebih dari itu. terkadang di tengah tidur, aku masih bermimpi nenekku itu. aku sangat amat menyesal beberapa bulan sebelum nenekku meninggal, aku tak sempat untuk bermain ke rumahnya, lebih mementingkan nongkrong dan nongkrong yang tanpa tau tujuannya. aku benci diriku.


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
pura-pura
berarti tidak sesungguhnya
ya itulah sesungguhnya hidup
sesungguhnya kita tidak yang sesungguhnya
mungkin seperti itu saya dapat mendiskripsikannya

mungkin sedikit contoh yang sederhana
saat dalam kelas atau dimanapun kita berpura-pura sibuk
iya benar, iya sibuk
tahu kan maksud saya?





Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
ya sebelumnya saya sejak smp suka mendengarkan musik ntah itu genre apapun, negara manapun. Asalkan saya bisa menikmatinya, beberapa yang sangat berpengaruh pada saya (saat ini) atau bisa dibilang sering banget dengerinnya :

1-5 yang saya sering dan sukaa bangeet dan pernah rela untuk nonton konsernya sendirian
6-29 Tidak sesuai Urutan kesukaan :)

1. Sheila on 7: Band yang saya dengarkan sejak smp karena seringnya bawa kaset dari radio dari tempat ayah dan langsung klop gitu. Liriknya selalu membuat tempat sendiri di hati walaupun lagu-lagu yang jarang didengarkan orang-orang. semua mood pasti ada lagunya buat band ini, dulu sih ikut sony sekang menjadi indie setau saya, sampai nama barang kesukaan saya banyak yang saya beri nama seperti nama wanita sesuai cerita di dalam lagunya seperti Niah dan Sephia.

2. JKT48 juga sejak smp tepatnya setelah patahnya hati saya kala itu wkwkw dan masih gen 1 tuh, lagunya saduran dari sister pendahulunya yang enak-enak juga setelah disadur baru ngerti sama lagunya kan wkwkkw. setiap lagunya mereka mengenakan seifuku(seragam) yang berbeda loh. Oh ya dulu saya ngoshi di gen 1 yang dari jepang terus dia pindah dong ke AKB48 jadi oshihen deh ke gen 1 yang dulu maen di tokusatsu indonesia di RCTI, terus dia graduate dong, eh malah kepincut sama bencana air laut dan ratu dancenya gitu, terus kok lama-lama malah suka sama mama gen 2 yang paling tua (tepatnya sekitar SMA kelas 11 ke 12 sampe sekarang wkwkw).

3. Efek Rumah Kaca taunya sih sejak sd tapi baru sering lagi waktu sinestesianya,

4. Ada juga Rumahsakit ini gaktau sejak kapan taunya sama suka tapi sepertinya semenjak ndengerin erk lagi, lalu

5. Pee Wee Gaskins ya namanya anak smp jaman dulu yak gimana yak wkwk tapi sampe sekarang tetep suka,

6. Senar Senja sejak Dialog Hujannya keluar eh malah keterusan wkwkw,


7. Rhoma Irama iya bang haji Rhoma Irama gegara seingnya bareng ayah yang juga ngefans sama bang haji,

9. Dialog Dini Hari: tau dan ndengerinnya sih telat banget waktu awal kuliah

10. Danilla

11. Kelompok Penerbang Roket

12. Raisa

13. Bee Gees ini juga sama kayak nomor satu saking seringnya bawa kaset radio eh malah keterusan

14. Besuts

15. Taylor

16. Blink-182

17. Ed Sheeran

18. Maroon 5

19. Keyakizaka46

20. Nosstress

21. Nadya Fatirah

22. Saykoji

23. Seringai

24. Chunk no Caption Chunk

25. Polka Wars

26. Brian Immanuel

27. The Script : ini sih singkat aja ya, taunya gaktau darikapan tapi ya pasti gak ada yang tau band ini tapi saat kuliah di semester 4(di kampus kedinasan) dulu ntah namanya apa wkwkw, saya sedang kagum dengan salah seorang teman gitu, sering kemana-mana bareng gitu kan sampe tau dia suka sama band ini, jadilah saya mencoba menikmati lah biar ada topik pembicaraan tapi malah gakpernah ngomong band ini wwkwk

28. Silampukau

29. Tulus

30. 10:07(Seven Minutes Past Ten)>Simpul Pangkal>Jam Dinding. ini adalah 3 Band saya sendiri mulai dari SMA, Kuliah, Kuliah hehehehehehe tapi belum ada yang berhasil dibilang "Band"


bukan berarti yang selain di atas gak jarang saya dengar, yang dibawah ini juga sering saya dengarkan kok ;) :
Sisitipsi, SKE48, IZ*ONE, Slank, Sore, Tigapagi, Tiktok, Banda Neira, White Shoes & The Couples Company, Senja, Rio Satrio, Mondo Gascaro, Mocca, Matshmello, MarcoMarche, Kunto Aji, Jason Ranti, Iwan Fals, Fariz RM, Isyana, Chrisye, Ikkubaru, Olski, Calvin Harris, Billie Holiday, The Adams, Dead Squad, 5 Second of Summer, AKB48, Nogizaka46, DEWA 19, Padi, Charlie Puth, westlife, Pharrel W, Coldplay, Elephant Kind, Eminem, Fiersa Bersari, Flecth, Endah N Rhesa, Float, Gombloh, Hivi, J-Rocks, RAN, Brian Imanuel, Naif, Oasis, Iwa K, Barasuara, NMB48, HKT48.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
agama dengan pengikut terbesar di dunia menurut pew research adalah kristen lalu diikuti islam di urutan kedua. tapi tuhan mana yang paling banyak penganutnya? bukan, bukan dari kedua agama tersebut. Uang adalah jawaban yang benar. entah bagaimana uang mendapat begitu banyak penganut.
aku ingat di tahun akhir saat sma, semua orang mulai berbicara mengenai jurusan kuliah yang akan diambil, dan tentu saja selalu ada selingan jurusan mana yang diramalkan akan dapat uang paling banyak, bukan pendapatan, kami masih terlalu dini untuk berbicara mengenai pendapatan. sampai orang tua pun membicarakannya juga untuk anak mereka. bahkan pernah terfikirkan untukku betapa hebatnya uang kala itu, banyak orang mencari uang dengan merelakan segelintir uang yang terbilang besar(kuliah bayar mahal atau sogok sana-sogok sini untuk pendidikan setelah sma). dan saat itu tiba-tiba, aku pun sudah terdaftar sebagai mahasiswa akuntansi dan statistika, dan ku pilih akuntansi, bukan karena uang. ada alasan lain, mungkin bisa ku ceritakan di lain hari bila ingin.bahkan meski aku memilih akuntansi, aku tak pernah terfikirkan untuk memiliki banyak uang kala itu, ntah aku saja yang aneh atau sedang mabuk dengan buku-buku. 
beberapa tahun berlalu, aku pun bekerja di salah satu kantor akuntan publik, dimana teman-teman angkatanku masih harus menyelesaikan kuliah, tak ku pungkiri, pertama kali mendapat uang dari usaha sendiri membuatku buta akan uang, beli ini beli itu. tapi hanya beberapa hari, pikirku langusng, untuk apa semua itu saya lakukan. sehingga untuk gaji-gaji saya berikutnya, hanya ku gunakan nonton bareng perempuan yang sama setiap 2 minggu  sekali dan 2 minggu sekali ke fx, untuk nonton jkt48, dan nonton konser yang tak tentu waktunya. sebagian lainnya? ntah ke kotak amal atau kantong simpanan. dan kalian tau apa yang teman-teman tanyakan setiap nongkrong? "dapet bayaran berapa?","asik udah punya uang sendiri", ah aku tak suka akan hal itu.
setahun kemudian, aku berkuliah untuk kedua kalinya, dimana saat itu teman-teman mulai bekerja di awal-awal, dan aku berkuliah dengan meninggalkan pekerjaan, ya aku tak berpenghasilan lagi sampai sekarang. dan kalian pasti tau apa yang akan dibicarakan sampai sekarang, uang, komposisi gaji, ceperan-ceperan ini ceperan-ceperan itu, hahaha, aku sering tertawa sendiri. untuk apa. meski aku juga sering mendapat uang dari joki tugas dan mendesain sesuatu, tapi saya pun tak pernah memasang tarif, mereka tiba-tiba kirim di ewallet, hasilnya ya lumayan bisa untuk membeli barang elektronik, tapi aku salurkan ke kitabisa. selain 2 hal itu, aku juga bermain judi bola dan masuk ke pasar saham, semata-mata agar bisa ikut obrolan tongkrongan, karena tidak mungkin saya ikut bagian saat pembicaraan mengenai gaji dan sistem birokrasi  di pemerintahan seperti mereka, tidak relate. 
tak ada makna atau pesan, hanya ingin bercerita, dan berantakan. ohya, sekarang aku berkuliah jurusan ekonomi, melekat dengan "uang" tetapi bukan itu tujuanku. aneh.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Padahal baru beberapa hari lalu kami satu kontrakan akan melakukan liburan yang asik di jogja, tapi tuhan berkata lain, mulai ku renungkan segala kemungkinan, mana mungkin aku dapat tertawa bila ada teman atau keluargaku yang menangis. Baru saja ku pulang dari Bandara Soekarno Hatta untuk mengantar teman di pagi buta, langsung kubuka laptopku untuk menghadiri kelas yang bermateri dengan ceramah dosen. selang beberapa menit pikiranku sudah buyar entah mengapa. Ku nyalakan sebatang Marlboro merah dengan iringan lagu Pintu Waktu dari Senar Senja. Ku mulai tertegun beberapa waktu demi melihat langit-langit kamar "aku gak siap" ucapku lirih, bagaimana mungkin ada manusia yang siap untuk ditinggalkan sosok kesayangannya demi menghadap Gusti Pangeran. entah apa lagi, mulai kucoba mengetik di gawai yang sudah menemaniku selama 2 tahun "Assalamualaikum ma, lagi apa?" dan bergegas ku coba juga untuk ayahq. Lihat sudah seberapa banyak kerutan di wajah kalian. aku pun tak kan mau menghitungnya. kalian sungguh jahat, hanya memikirkan saja, si anak bajingan yang sok dewasa ini meneteskan sesuatu di matanya. Semoga si sulungmu ini segera mapan dan memberikan kebahagiaan bagi semua orang, dan ingin ku lekas mengambil segala kewajibanmu untuk adik-adik, dengan harapan di masa tua kalian yang sekarang ini terjadi, sudah dapat dihabiskan untuk menikmati saja. entah bila membicarakan perihal tentang kalian, tak kan ada kata-kata bersajak yang muncul, logikaku pun tak kan sampai menggebu, hanya ingin berterimakasih dan mencela diri sendiri. Tuhan, bila ku tak dapat menemani mereka di tanah suci tepat waktu, izinkan hamba menggantinya untuk menemani di surga kelak.


Keajaiban takkan datang

Hanya tuk membuat kenangan

Bunga Sakura mekar

Pada waktunya

Ku menghitung sisa hari

Dari pada merasa sepi

Hargailah momen ini waktu di mana

Kita bisa bersama

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

aku tahu dalam kepercayaanku pun hal ini diharamkan

di hukum positif negaraku pun tak diakui mengenai hal ini

tapi itu sudah terlanjur mendarah daging

bagaimana tidak

"coba aja dulu, kan kita belum tahu hasilnya seperti apa"

bukan kan ini judi?

ya aku tahu, judi adalah mempertaruhkan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu

lalu apa yang kita pertaruhkan? waktu

pernakah kita menyadari waktu itu sungguh berharga, bahkan tak ada penggantinya

hal ini berlaku dalam hal ini

coba fikir lagi, dengan waktu yang kita gunakan itu

mengapa tidak kita ambil sesuatu yang sudah pasti

ah entahlah, manusia memang egois.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Kamu adalah kopi
Gelap dan membuatku berapi-api
Pahit namun kunikmati
Kamu adalah rokok
Kuhirup dan membuatku bobrok
Meski mahal, aku kembali besok
Kamu adalah alkohol
Membuatku mabuk hingga tolol
Takbisa berpisah jika hanya sebotol
Kamu adalah uang korupsi
Panas tapi mempermudah berelasi
Mengahalalkan segalanya untuk dicari
Kamu adalah babi
Sudah tahu tak dapat dimiliki akan tetapi selalu ingin kucicipi

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
raya mungkin itu yang sedang menggema di telingaku bebebrapa waktu ini
bukan hanya sebuah perkataan
didalamnya ada doa yang terucap
sudah sebulan lalu aku merayakan hari yang penting setiap tahunku
iya, sekarang usiaku bertambah
aku takberharap diucapkan oleh orang banyak
bahkan aku malah menutup-nutupi
karena bagi mereka hanya formalitas
tapi aku tersadar sebuah perkataan bahwa ucapan adalah doa
walaupun orangtuaku tak mengucapkan secara langsung, doa mereka tetap terkirim
begitupun doaku
aku ingin berdoa sepanjang hari demi apapun dan siapapun di hari itu, mungkiin hanya itu yang bisa ku lakukan
10 hari lagi aku pun merayakan hari raya bagi agamaku
semoga doaku doamu akan terkabul
itu ucapku
meski mereka tak secara langsung berucap, biarlah
aku mengharagai doa baik semua orang
itu hanya penenang, iarlah illahi yang emmutuskan
ia yang punya kehendak
apalah arti kita
doaku selalu baik untuk ku pribadi
dariku
pria yang mulai menua dalam angin lalu
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
hari kemarin tanggal 3 februari adalah hari yang saya nantikan,
ulang tahun salah seorang yang saya kagumi
ulang tahun beberapa teman saya
meski pada hari itu juga ada salah seorang yang saya kagumi tutup usia
dan 2 tahun tertangkap kepala daerah tempat saya tinggal dalam ktp sekarang


hari itu
setahun lalu setelah saya kembali ke tempat perantauan pada 2 februari,
saya sempat terfikirkan untuk kembali mengundang kebiasaan sma saya,
menulis mimpi-mimpi dalam tidur yang terngiang, agar tidak terfikirkan terus
juga menulis semacam diary tapi bukan diary
tapi semacam jadwal kegiatan selama sepekan kedepan
dan setiap hari sebelum saya terlelap, akan menyesuaikan tulisannya
semata-mata agar sabar, ya sabar dan tekun, tidak usah saya jabarkan
agar saya semakin gampang mengingat
agar saya dapat merangkum kegiatan seharian
agar saya mudah mengorganisir kegiatan
agar saya tidak mudah pikun
agar menjaga tulisan tangan tidak bertambah jelek
hanya itu

ntah saat sma, mulai darimana
dan hilang sejak kapan

tapi sekarang saya lakukakan lagi
semoga istiqomah
amin

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
kepada diriku, maaf, aku mengecewakanmu kembali,
kembali terjerumus kesalahan yang sama
kembali mengulang kegalatan itu lagi
sudah kucoba untuk menjauhi
tapi apalah daya setan sungguh biadab
ia tak memiliki adab

kepada orang tuaku,  maafkan aku menjauhi amanahmu
tak memikirkan usahamu membuatku seperti ekspetasimu
ingin rasanya mengulang waktu, tapi mekanika quantum pun sudah lupa daku
kan kucoba membuatmu melihatku dalam baik apa yang ada dalamku

kepada tuhanku, maafkan aku atas semuanya perbuatanku
aku yang sekecil ini berani mengambil selendangmu
aku tidak bermaksud, tapi nafsu ini terus menggebu
kedepan aku coba menhana nafsu
mohon lindungilah hambamu
kembali aku ke jalanmu

amin
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
petang ini sungguh kacau, kembali rasanya diriku ini inginkan mengikuti ujian. brbeda dengan 3 ujian lalu,ujian kali ini aku sangat amat sungguh ingin mengikuti bersama kawan-kawanku semua, teman kedua di perantauan pertama. aku benci tepat tahun lalu 20 agustus 2018, kabar bangsat itu seenaknya saja datang di layar ponsel. jancok jancok jancok!. tapi mungkin itu yang dapat membuatku lebih mengenal aku siapa aku siapa diriku dan akan jadi apa aku.malam ini dimana sebelumnya aku bermalam di tempat itu kembali mengingatnya dalam-dalam beserta momen yang jancok sekali.ntah ingin kesal atau marah pada siapa dan kapan, aku marah. kuputuskan untuk kembali ke kediamanku tempatku menjalankan aktivitasku terkini untuk sedikit melupakan atau menyejukan hati. tanpa lama-lama aku memulai menelfon orang tuaku, percakapan sungguh membuatku terguncang akan pejodohan diluar nalar tetapi aku merasa sejuk saat ibuku secara tersirat dia perlahan dapat memahami dan menerima kenyataan tapi aku mengerti, ma, anakmu yang brengsek dan seenaknya saja telah gagal kali ini. membuatku dapat mengerti bahwa doaku mungkin terkabul agar kedua orang itu dapat menerimaku yang gagal ini. dasar aku, anak yang tak tau terimakasih. maafkan anakmu ini terlalu memainkan masa muda kala itu. semoga jalanku benar! semesta merestui.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Sejak saya SD, teman saya banyak sudah merokok dan mereka merokok di dekat saya yang menjadikan saya perokok pasif secara tidak langsung dalam beberapa tahun trakhir ini. Tapi saya tidak mempermasalahkan itu karena saya menerimanya. Sebab ayah saya juga begitu tapi ada yang tidak suka akan hal itu. Setidaknya sebelum anda merokok di dekat orang yang belum dikenal dan da terlihat seperti bukan perokok terutama anak-anak, perempuan dan ibu hamil, sebaiknya izin terlebih dulu. INI HANYA PENDAPAT SAYA PRIBADI, BUKAN MAKSUD MENYALAHKAN TEMAN-TEMAN SAYA YANG MEROKOK KOK. SAYA JUGA PEROKOK.
HEHEHE
HEHE
H E H E
HE
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Kemarin tanggal 27 mei 2019 dalam perjalan kereta dari Jakarta ke Yogyakarta saya menaiki kereta bima dan bersebelahan dengan seorang yang ahli dalam bidang psikologi (bukan bidang saya) dan akan mengisi di seminar di salah satu universitas negeri di Yogyakarta dalam waktu 2 jam, dan saya banyak dipaparkan sedikit mengenai ilmu dan apa yang akan dipaparkan di seminar dalam perjalanan menuju Yogyakarta. Yang berarti saya berbicara dengan orang tersebut selama kurang lebih 5-6jam kecuali saat sholat dan berbuka puasa. Saya beruntung bukan? Sebagai pendingin kekesalan saya saat semingguan lebih dihantui isu begal, kerusuhan, penjarahan yang membuat saya tak beranjak kemana-mana juga pada hari-H(27 mei) saya bingung dengan rekayasa lalu lintas berkat kerusuhan (22 mei) saya yang dari bintaro harus menuju gambir kurang lebih 2,5 jam(cukup tidak senormal biasanya). Dan ternyata oh ternyata bapak tersebut tinggal juga di bintaro yang tidak jauh dari kompleks saya tinggal dan sering ke kampus STAN juga. Tapi tapi tapi naasnya, saya lupa bertanya mengenai data pribadi nama, alamat, ataupun kontaknya :(
Tapi lumayan cukup lah ilmunya hehehee
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Hari ini rabu 8 Mei 2019 atau 3 Ramadhan 1440 saya berbuka ouasa di restoran fast food burger di mall daerah senayan-sudirman di depan saya tepat ada anak berperawakan seperti anak smp-sma sedang pacaran sambil bergandengan tangan dan saya terdiam dan mendengarkan secara jelas tepat saat sang pria berkata
"Yang, kamu bawa mukenah gak? Pinjem dong buat sholat"
Dalam hati saya entah harus bersyukur atau kecewa dengan generasi bawah saya
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
entah fenomena apa yang terjadi saat ini, saya tidak mengikuti dengan arusnya tapi saya baru dapat menyadari setelah observasi dari lingkungan nyata dan maya sekitar saya beberapa minggu ini(karna beberapa bulan lalu belum terlalu risih) dan membedakan menjadi beberapa golongan masyarakat (bukan pihak yang berada dalamnya[paslon maupun tim]) :

1. Paslon 1
ya dia adalah juara bertahan dari pemilu 2014 lalu, memang sih kinerja dan citranya baik di pemerintah tapi bukan karena dianya saja ada banyak faktor seperti kabinetnya yang gak semuanya juga baik. tapi yang saya sayangkan ialah banyak kabar burung yang buruk kepada beliau dan belum jelas kebenarannya yang membuat hati dagdigdug belum lagi mengenai janji janji pemilu lalu dan sekarang agak berberbeda dan bisa dikatak hampir bertolak belakang. dan yang paling tidak saya senangi sekarang beberapa acara hiburan, tempat pembelanjaan isinya merujuk ke anda mulu pak!(ini seruan atas kekagetan bukan ngegas) :(
dan juga banyak pendukung bapak bertopeng dengan cara yang menggembor-gemborkan kebersatuhan

2. Paslon 2
ya rival sejak pemilu lalu yang tetap tidak patah semangat. semangat pak! memang saya kurang suka rekam jejaknya di sekitaran tahun kelahiran saya tapi kita kesampingkan dulu. dia sudah bisa dibilang memiliki fanbase sendiri di indonesia dan juga memiliki reputasi yang saya kira baik di lingkupnya(maksud saya bukan circle tapi concern dalam profesinya). tapi yang saya sayangkan sekali lagi adalah hal saya kesampingkan mengenai beberapa "kegiatan" di sekitaran tahun kelahiran saya dan juga 4 kajian (agama) offline kebelakang saya bahas ini mulu, mana kajian penambah iman saya yang cerita tentang jaman nabi, surga neraka, siksa kubur, mana kajian tentang ibadah? sedih aku tu.

3. Paslon 10
maaf bro saya tau pak nurhadi sejak smp.

4. mengedapankan golput
kalo golput, golput aja dong jangan ajak yang lain terus disebarluaskan! kecuali kalo anda memang concern dalam bidang ini.


(keempat golongan ini hanya berlaku pada orang awam yang hanya ikut-ikutan arus pemilu di circle saya)

Jijik!


Saya takut setelah 17 april orang aneh muncul, saya kan takut selera humor saya turun. :(
Saya takut setelah 17 april peratuan aneh muncul, saya kan takut kalo terjadi beneran, kan ntar ngakak. :(
Saya takut setelah 17 april Ruang Gerak dibatasi, saya kan juga gak mau diam aja. :(
Saya takut setelah 17 april Pelanggaran HAM terjadi lagi, yang dulu aja belum selese. :(
Saya takut setelah 17 april kerusuhan '98 terjadi lagi, jadi gakbisa kemana-mana dong karena takut. :(
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Maaf
Bila aku Suka meminta maaf
Meskipun it's just nothing 

Maaf
Apabila aku sukar untuk memaafkan
Meskipun menurutmu it's just nothing

Ya aku sering meminta maaf Karena aku tahu memaafkan itu susah
Ya aku sering tidak memaafkan Karena aku tahu kata maaf bisa berarti it's just nothing
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Maafkan aku tidak datang di acara pentingmu, Karena jarak Kita terpaut lumayan jauh.
Selamat atas keseharian barumu, semoga sesuai dengan apa yang seperti kamu harap dan idamkan.
Dari aku yang 7 tahun lalu pernah terpaku melihatmu yang begitu indah.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

hanya seorang remaja yang menjadi sok dewasa dengan sifat kekanak-kanakan.

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube
  • website

sesuai tanggal unggahan

  • ▼  2022 (1)
    • ▼  Juli (1)
      • Bukan Kemujuran
  • ►  2021 (8)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (3)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2020 (3)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2019 (9)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (3)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2013 (2)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2012 (8)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2011 (10)
    • ►  Desember (4)
    • ►  November (6)

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates