hari ini, cukup bagiku meninggalkan penat rutinitas. melihat-lihat, menonton-nonton adalah kebiasaan yang kuselipkan dalam rangkaian itu. ntah sejak kapan ini berlangsung tepatnya tetapi ju tahu pasti sejak kapan rutinitas harian ini mulai berlangsung. awal agustus tahun ini kehidupanku berubah total, aku harus kembali myusun mimpi-mimpiku kembali. kalau kalian pikir ini hubungan asmara, maaf itu hanya bagian kecilnya saja hahaha.
semua halnya sangat berubah jauh meski hari kesibukan, tempat tinggal, pergaulan, dan lain sebagainya tetaplah sama. tapi semua itu terasa berbeda karena satu-lima hal termasuk ruang sendiri, ketenangan, kejelasan atau apalah, aku butuh ruang. semakin kesini saya secara pribadi muak dengan pertemanan(saya sangat suka berteman dan suka sekali mengulik manusia), media sosial, dan hal semacamnya yang mengharuskan erinteraksi, mungkin karena sesuatu besar yang menerpaku selama ini, ntah.semua hubungan masih kujalankan secara normal saja tetapi "mereka" seakan berlebihan yang membuat saya kehilangan waktu untuk persiapan rencana saya kedepan, uang yang dengan mudahnya lenyap, kemampuan yang terdepresiasi secara cepat karena kebiasaan dari "aturan" yang bikin tidak kreatif. ya benar saja "mereka" yang membuat hal ini. waktu sendiri untuk mengasah hobi, kemampuan, pikiran, jiwa, rohani, spiritual puan tak ada apalagi uang. tidak lain karena ajakan nongkrong(saya suka nongkrong dong pastinya) yang tidak tepat, memasuki dunia pribadi(pastinya kalian juga butuh) disaat-saat yang memang harus wajib fardu ain dong seperti mandi atau ibadah pribadi. saya pasrah kepada gusti pengeran.
jangan baca ya, ini hanya curhatan. intinya saya muak kehidupan sosial sekarang yang kalo kumpul mainin gawai mulu, tapi dimana-mana ngajakin kumpul, dan apa-apa dimasukin media sosial. ayolah, ini semua nggak harus dilaporkan kepada kalayak, mereka gak butuh dan cenderung lebih banyak IDC. Merka juga butuh ruang sendiri saat-saat seperti sedih jangan malah ya wtf gitu.