• Home
  • Beranda
facebook twitter instagram pinterest

tiwul




 
siapa yang gg thu game we9 yaitu kkakNx pes walaupun we sudah tidak driproduksi lgi karen lbih bagus pes tapi masih banyak yg suka main we soalnya membutuhkan RAM,VGA,dan processor yang sangat kecil
nah kali nie ivan memberi updateTanNx ada tiga pilihan kalo mau ndownload klik disini 
klo U tNx knapa skin WE saya begitu saya ndownload skin maaf gg saya posting soalNx terlalu besar
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Klub sepakbola papan atas Eropa, AC Milan, terkenal punya basis pendukung yang sangat kuat, bahkan di berbagai negara, tak terkecuali di Indonesia. Nah, para bolamania fans AC Milan pun kini bisa menunjukkan fanatisme mereka dalam balutan pakaian batik.
PESANAN -- Seorang penjahit tengah mengerjakan pakaian batik yang bermotif logo klub AC Milan di tempat produksi batik Saud Effendi di Laweyan, Solo. (Espos/Sunaryo Haryo Bayu)
Seorang produsen batik di Solo, Saud Effendi, menjadi pelopornya. Semua berawal dari kecintaan sang anak, Robby Endi Putra, pada klub AC Milan. Robby yang didaulat sebagai ketua penggemar AC Milan alias Milanisti Solo, berkeinginan membuat sebuah produk yang mencerminkan identitas klub itu. “Anak saya bersama teman-temannya lalu membuat rancangan. Diserahkan ke saya dan saya bantu dengan memilih motif yang cocok, juga mencari paduan warna yang sesuai. Akhirnya awal April, batik AC Milan pertama kali diproduksi,” kisah Saud, saat ditemui di kediamannya di Kampung Jagalan Laweyan, Kelurahan Bumi, Laweyan, Solo.
SIAP PAKAI -- Pakaian batik bermotif logo AC Milan yang sudah siap dipasarkan di rumah batik Saud Effendi, Laweyan, Solo. (Espos/Sunaryo Haryo Bayu)
Proses kreatif yang menghasilkan batik AC Milan membutuhkan waktu sekitar dua pekan. Saud mengatakan proses awal dilakukan untuk menentukan motif batik. Pertama, Saud dibantu sang istri, Lis Alida, mencoba sejumlah motif. Setelah mencoba beberapa motif, mereka akhirnya memutuskan memilih kombinasi motif batik cuwiri dan kawung. Motif cuwiri memberi bentuk serupa tulang daun dan kawung memberi kesan nyaris kotak, sehingga sangat cocok dipadukan dengan logo AC Milan yang berbentuk bulat lonjong.
Saud Effendi (Espos/Sunaryo Haryo Bayu)
Sedangkan untuk warna, Saud membutuhkan waktu coba-coba selama sepekan kemudian. “Semua berawal dari warna dasar logo klub yang didominasi warna merah dan hitam. Lalu kami coba beberapa warna. Ternyata warna pertama yang dipilih terlihat lebih tua. Baru warna berikutnya terlihat cocok. Merahnya cocok dengan logo AC Milan,” ujar Saud. Walaupun baru sebulan berjalan, dengan promosi melalui internet, Saud mengaku telah memasarkan seratusan potong busana batik AC Milan. Peminat batik AC Milan berasal dari banyak daerah, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi sampai Papua. Untuk satu potong busana, dia menjual seharga Rp 70.000.
Guna menekan biaya, Saud sengaja menggunakan kain batik printing yang biaya produksinya lebih murah. Kendati demikian harga yang dipatok tersebut bisa berubah mengikuti pesanan pembeli. “Ada yang pesan seragam sekeluarga, dari ayah, ibu, dan dua anaknya. Modelnya macam-macam, bahkan untuk anak perempuan mereka minta dibuat terusan,” timpal Lis.
Hingga saat ini, pesanan busana batik AC Milan terus mengalir. Padahal, pihaknya baru memasarkan produk kreatif itu melalui internet. Penjualan langsung dengan pembeli datang ke showroom-nya di Laweyan sebenarnya cukup banyak, namun diakui penjualan langsung tersebut belum maksimal. Ke depan, melihat animo masyarakat yang tinggi, Saud mengatakan tidak menutup kemungkinan untuk merancang batik dengan motif khusus sesuai logo klub sepak bola lain.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar




















Pemandangan kota Milan dengan San Siro di kejauhan
Stadion Giuseppe Meazza (nama Italia: Stadio Giuseppe Meazza, juga dikenal dengan nama San Siro), adalah stadion sepak bola di Milan, Italia. Stadion ini adalah kandang bagi dua tim Liga Italia dari Seri A: A.C. Milan dan Internazionale.
Dibangun pada 1925 di distrik San Siro di Milan, yang menjadi sumber nama aslinya, di 1979 stadion ini diubah namanya secara resmi menjadi "Giuseppe Meazza" untuk menghormati seorang pemain Inter pada tahun 1920-an, namun hingga kini bagi fans AC Milan namanya tetap "San Siro".
Pada tahun 1987 dalam persiapan untuk Piala Dunia pemerintah Italia memberikan dewan kota Milan $30 juta untuk memodernisasikan stadion tersebut, namun akhirnya ongkosnya membengkak dua kali lipat.
Pada tahun 1990, stadion ini menjadi tempat pertandingan final Piala Dunia antara Jerman Barat dan Argentina.
  • Kapasitas: 80.074
  • Lapangan
    • Panjang: 105 meter
    • Lebar: 68 meter
    • Permukaan: Rumput
  • Peresmian: 19 September 1926
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

hanya seorang remaja yang menjadi sok dewasa dengan sifat kekanak-kanakan.

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube
  • website

sesuai tanggal unggahan

  • ►  2022 (1)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2021 (8)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (3)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2020 (3)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2019 (9)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (3)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2013 (2)
    • ►  Januari (2)
  • ▼  2012 (8)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Mei (2)
    • ▼  Februari (3)
      • update WE9 new 2011-2012
      • batik AC Milan
      • SAN SIRO
    • ►  Januari (1)
  • ►  2011 (10)
    • ►  Desember (4)
    • ►  November (6)

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates