• Home
  • Beranda
facebook twitter instagram pinterest

tiwul

kepada diriku, maaf, aku mengecewakanmu kembali,
kembali terjerumus kesalahan yang sama
kembali mengulang kegalatan itu lagi
sudah kucoba untuk menjauhi
tapi apalah daya setan sungguh biadab
ia tak memiliki adab

kepada orang tuaku,  maafkan aku menjauhi amanahmu
tak memikirkan usahamu membuatku seperti ekspetasimu
ingin rasanya mengulang waktu, tapi mekanika quantum pun sudah lupa daku
kan kucoba membuatmu melihatku dalam baik apa yang ada dalamku

kepada tuhanku, maafkan aku atas semuanya perbuatanku
aku yang sekecil ini berani mengambil selendangmu
aku tidak bermaksud, tapi nafsu ini terus menggebu
kedepan aku coba menhana nafsu
mohon lindungilah hambamu
kembali aku ke jalanmu

amin
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
petang ini sungguh kacau, kembali rasanya diriku ini inginkan mengikuti ujian. brbeda dengan 3 ujian lalu,ujian kali ini aku sangat amat sungguh ingin mengikuti bersama kawan-kawanku semua, teman kedua di perantauan pertama. aku benci tepat tahun lalu 20 agustus 2018, kabar bangsat itu seenaknya saja datang di layar ponsel. jancok jancok jancok!. tapi mungkin itu yang dapat membuatku lebih mengenal aku siapa aku siapa diriku dan akan jadi apa aku.malam ini dimana sebelumnya aku bermalam di tempat itu kembali mengingatnya dalam-dalam beserta momen yang jancok sekali.ntah ingin kesal atau marah pada siapa dan kapan, aku marah. kuputuskan untuk kembali ke kediamanku tempatku menjalankan aktivitasku terkini untuk sedikit melupakan atau menyejukan hati. tanpa lama-lama aku memulai menelfon orang tuaku, percakapan sungguh membuatku terguncang akan pejodohan diluar nalar tetapi aku merasa sejuk saat ibuku secara tersirat dia perlahan dapat memahami dan menerima kenyataan tapi aku mengerti, ma, anakmu yang brengsek dan seenaknya saja telah gagal kali ini. membuatku dapat mengerti bahwa doaku mungkin terkabul agar kedua orang itu dapat menerimaku yang gagal ini. dasar aku, anak yang tak tau terimakasih. maafkan anakmu ini terlalu memainkan masa muda kala itu. semoga jalanku benar! semesta merestui.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Sejak saya SD, teman saya banyak sudah merokok dan mereka merokok di dekat saya yang menjadikan saya perokok pasif secara tidak langsung dalam beberapa tahun trakhir ini. Tapi saya tidak mempermasalahkan itu karena saya menerimanya. Sebab ayah saya juga begitu tapi ada yang tidak suka akan hal itu. Setidaknya sebelum anda merokok di dekat orang yang belum dikenal dan da terlihat seperti bukan perokok terutama anak-anak, perempuan dan ibu hamil, sebaiknya izin terlebih dulu. INI HANYA PENDAPAT SAYA PRIBADI, BUKAN MAKSUD MENYALAHKAN TEMAN-TEMAN SAYA YANG MEROKOK KOK. SAYA JUGA PEROKOK.
HEHEHE
HEHE
H E H E
HE
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Kemarin tanggal 27 mei 2019 dalam perjalan kereta dari Jakarta ke Yogyakarta saya menaiki kereta bima dan bersebelahan dengan seorang yang ahli dalam bidang psikologi (bukan bidang saya) dan akan mengisi di seminar di salah satu universitas negeri di Yogyakarta dalam waktu 2 jam, dan saya banyak dipaparkan sedikit mengenai ilmu dan apa yang akan dipaparkan di seminar dalam perjalanan menuju Yogyakarta. Yang berarti saya berbicara dengan orang tersebut selama kurang lebih 5-6jam kecuali saat sholat dan berbuka puasa. Saya beruntung bukan? Sebagai pendingin kekesalan saya saat semingguan lebih dihantui isu begal, kerusuhan, penjarahan yang membuat saya tak beranjak kemana-mana juga pada hari-H(27 mei) saya bingung dengan rekayasa lalu lintas berkat kerusuhan (22 mei) saya yang dari bintaro harus menuju gambir kurang lebih 2,5 jam(cukup tidak senormal biasanya). Dan ternyata oh ternyata bapak tersebut tinggal juga di bintaro yang tidak jauh dari kompleks saya tinggal dan sering ke kampus STAN juga. Tapi tapi tapi naasnya, saya lupa bertanya mengenai data pribadi nama, alamat, ataupun kontaknya :(
Tapi lumayan cukup lah ilmunya hehehee
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Hari ini rabu 8 Mei 2019 atau 3 Ramadhan 1440 saya berbuka ouasa di restoran fast food burger di mall daerah senayan-sudirman di depan saya tepat ada anak berperawakan seperti anak smp-sma sedang pacaran sambil bergandengan tangan dan saya terdiam dan mendengarkan secara jelas tepat saat sang pria berkata
"Yang, kamu bawa mukenah gak? Pinjem dong buat sholat"
Dalam hati saya entah harus bersyukur atau kecewa dengan generasi bawah saya
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
entah fenomena apa yang terjadi saat ini, saya tidak mengikuti dengan arusnya tapi saya baru dapat menyadari setelah observasi dari lingkungan nyata dan maya sekitar saya beberapa minggu ini(karna beberapa bulan lalu belum terlalu risih) dan membedakan menjadi beberapa golongan masyarakat (bukan pihak yang berada dalamnya[paslon maupun tim]) :

1. Paslon 1
ya dia adalah juara bertahan dari pemilu 2014 lalu, memang sih kinerja dan citranya baik di pemerintah tapi bukan karena dianya saja ada banyak faktor seperti kabinetnya yang gak semuanya juga baik. tapi yang saya sayangkan ialah banyak kabar burung yang buruk kepada beliau dan belum jelas kebenarannya yang membuat hati dagdigdug belum lagi mengenai janji janji pemilu lalu dan sekarang agak berberbeda dan bisa dikatak hampir bertolak belakang. dan yang paling tidak saya senangi sekarang beberapa acara hiburan, tempat pembelanjaan isinya merujuk ke anda mulu pak!(ini seruan atas kekagetan bukan ngegas) :(
dan juga banyak pendukung bapak bertopeng dengan cara yang menggembor-gemborkan kebersatuhan

2. Paslon 2
ya rival sejak pemilu lalu yang tetap tidak patah semangat. semangat pak! memang saya kurang suka rekam jejaknya di sekitaran tahun kelahiran saya tapi kita kesampingkan dulu. dia sudah bisa dibilang memiliki fanbase sendiri di indonesia dan juga memiliki reputasi yang saya kira baik di lingkupnya(maksud saya bukan circle tapi concern dalam profesinya). tapi yang saya sayangkan sekali lagi adalah hal saya kesampingkan mengenai beberapa "kegiatan" di sekitaran tahun kelahiran saya dan juga 4 kajian (agama) offline kebelakang saya bahas ini mulu, mana kajian penambah iman saya yang cerita tentang jaman nabi, surga neraka, siksa kubur, mana kajian tentang ibadah? sedih aku tu.

3. Paslon 10
maaf bro saya tau pak nurhadi sejak smp.

4. mengedapankan golput
kalo golput, golput aja dong jangan ajak yang lain terus disebarluaskan! kecuali kalo anda memang concern dalam bidang ini.


(keempat golongan ini hanya berlaku pada orang awam yang hanya ikut-ikutan arus pemilu di circle saya)

Jijik!


Saya takut setelah 17 april orang aneh muncul, saya kan takut selera humor saya turun. :(
Saya takut setelah 17 april peratuan aneh muncul, saya kan takut kalo terjadi beneran, kan ntar ngakak. :(
Saya takut setelah 17 april Ruang Gerak dibatasi, saya kan juga gak mau diam aja. :(
Saya takut setelah 17 april Pelanggaran HAM terjadi lagi, yang dulu aja belum selese. :(
Saya takut setelah 17 april kerusuhan '98 terjadi lagi, jadi gakbisa kemana-mana dong karena takut. :(
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Maaf
Bila aku Suka meminta maaf
Meskipun it's just nothing 

Maaf
Apabila aku sukar untuk memaafkan
Meskipun menurutmu it's just nothing

Ya aku sering meminta maaf Karena aku tahu memaafkan itu susah
Ya aku sering tidak memaafkan Karena aku tahu kata maaf bisa berarti it's just nothing
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Maafkan aku tidak datang di acara pentingmu, Karena jarak Kita terpaut lumayan jauh.
Selamat atas keseharian barumu, semoga sesuai dengan apa yang seperti kamu harap dan idamkan.
Dari aku yang 7 tahun lalu pernah terpaku melihatmu yang begitu indah.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
kalo aja,
gak selalu nurut atasan
kalo aja,
gak ambil percepatan
kalo aja,
gak ambil merah muda
kalo aja,
gak ambil kepastian
kalo aja,
gak kenal orang ini
kalo aja,
gak ambil dinas ini
kalo aja,
waktu bisa diulang

aku mau ngapain coba :
hidup ngebebas, durasi normal, ngerasain masa mudah, lebih banyak cerita, ngopi di malioboro sambil ditemenin marlboro dan pastinya pasti aku gak bisa ngebayangin apa aku.

syukurin aja dulu semuanya, namanya juga hidup bor

sambil dengerin lagu Silampukau-Doa1
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

hanya seorang remaja yang menjadi sok dewasa dengan sifat kekanak-kanakan.

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube
  • website

sesuai tanggal unggahan

  • ►  2022 (1)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2021 (8)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (3)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2020 (3)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Februari (1)
  • ▼  2019 (9)
    • ▼  Desember (1)
      • doa maafku
    • ►  Agustus (1)
      • sejuk dalam gagal
    • ►  Juli (1)
      • Perokok Berkualitas
    • ►  Mei (2)
      • Kemujuran yang Malang
      • Pacaran over Ibadah
    • ►  April (1)
      • Perihal Tanggal 17
    • ►  Maret (1)
      • Maaf is just Nothing
    • ►  Februari (1)
      • Perelaan
    • ►  Januari (1)
      • sadar dalam ketidaksadaran
  • ►  2018 (3)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2013 (2)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2012 (8)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2011 (10)
    • ►  Desember (4)
    • ►  November (6)

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates