petang ini sungguh kacau, kembali rasanya diriku ini inginkan mengikuti ujian. brbeda dengan 3 ujian lalu,ujian kali ini aku sangat amat sungguh ingin mengikuti bersama kawan-kawanku semua, teman kedua di perantauan pertama. aku benci tepat tahun lalu 20 agustus 2018, kabar bangsat itu seenaknya saja datang di layar ponsel. jancok jancok jancok!. tapi mungkin itu yang dapat membuatku lebih mengenal aku siapa aku siapa diriku dan akan jadi apa aku.malam ini dimana sebelumnya aku bermalam di tempat itu kembali mengingatnya dalam-dalam beserta momen yang jancok sekali.ntah ingin kesal atau marah pada siapa dan kapan, aku marah. kuputuskan untuk kembali ke kediamanku tempatku menjalankan aktivitasku terkini untuk sedikit melupakan atau menyejukan hati. tanpa lama-lama aku memulai menelfon orang tuaku, percakapan sungguh membuatku terguncang akan pejodohan diluar nalar tetapi aku merasa sejuk saat ibuku secara tersirat dia perlahan dapat memahami dan menerima kenyataan tapi aku mengerti, ma, anakmu yang brengsek dan seenaknya saja telah gagal kali ini. membuatku dapat mengerti bahwa doaku mungkin terkabul agar kedua orang itu dapat menerimaku yang gagal ini. dasar aku, anak yang tak tau terimakasih. maafkan anakmu ini terlalu memainkan masa muda kala itu. semoga jalanku benar! semesta merestui.