• Home
  • Beranda
facebook twitter instagram pinterest

tiwul

    aku memang kurang beruntung dalam sekolah formal, bagaimana tidak, aku tak pernah 10 besar dalam kelas di sekolah, meskipun sering lomba dan juara, matematika khususnya. itulah kelemahanku, hanya fokus pada matematika dan sesuatu yang menuntut logika dan hitungan sahaja, hal berbau hafalan? tentu hilang. bahkan aku tidak dapat mendaftar undangan atau snmptn, apalah itu. hanya nilai matematika saja yang ada, lainnya entah berbentuk apa, khususnya kimia. selama 3 tahun sma, aku tak faham apa itu dan mengapa kita harus belajar kimia. saat tes sbm, hanya ku kerjakan 1 dari 15 soal. dan alhamdulillah tembus di jurusan idaman pada kampus bergengsi. naas, ku malah memilih akuntansi di selatan jakarta dibanding statistika di bumi angkringan, ini adalah salah satu penyesalan terbesar dalam hidupku sekarang. bahkan aku sudah belajar mati-matian, tanpa tidur, mungkin begini hidup dalam penjajahan jepang, fikirku. dan oleh sebab itu, tahun ini aku sangat keras pada adik keduaku. dia tak pernah mau belajar, membuka buku pun hanya novel. sampah. tapi kemarin, pada sekitar akhir juni, adekku mengirim pesan, "aku diterima utbk.". singkat dan membuatku seketika bersujud pada tuhanku, bahkan ntah mengapa air mata ini menetes, bahkan saat aku membuka pengumuman sbmptn 2016, aku tak ada emosi sama sekali. pada malamnya, selepas magrib kembali menetes si air ini, pada saat membaca surat al kahfi ayat ke-19. memang tak ada hubungannya, tapi seketika mulutku kembali mengucap syukur, ntah mengapa.hanya ingin bercerita dan berterimakasih pada sang pencipta.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

haiii! tahun baru pada kemana nih? semoga sedang dalam keadaan bahagia semua yaa amiinnn

    sedikit ku bercerita mengenai hal ini, hal yang dirayakan setahun sekali, tahun baru. tahun baru bagi orang, itu adalah hal yang identik dengan perayaan dan juga mengucapkan resolusi untuk tahun berikutnya, tapi tidak denganku. untuk apa membuat resolusi setiap tahunnya, meski hampir sama dengan membuat target dalam sebuah acara atau dalam pekerjaan, bagiku itu hal yang berbeda. resolusi bagiku tetap kita buat saat terfikirkan saja. aku tau ini hal yang kemungkinan salah, tapi setidaknya aku tak menggantinya setiap tahun, tapi aku selalu membuat target, harus kapan dan bagaimana, jadi tak melulu hingga 31 desember. bahkah di tahun ini, aku sedang bingung harus mulai makan nasi atau melanjutkan tidak makan nasi(diet yang ku jalani sejak februari). ya meski tak terlihat dampaknya secara signifikan, tapi aku merasakan ada perbedaan, aku jadi jarang mengantuk dan tak sepegal dulu, berat badan? ntahlah, tak terasa berbedaa. tetapi dompet berbeda, aku yang diet, dompet yang kurus hahahhaha. ok, kembali ke topik, tahun baru bagiku sama seperti malam-malam biasanya, dan aku tak pernah menganggapnya sebagai seuatu hal yang harus dirayakan, bagaimana tidak, sebagai orang jawa dan islam, tak ada di budaya dan ajaranku. bukan berarti aku menyalakan teman-temanku yang merayakannya, tapi hanya pikiranku saja yang agak nyelene. sah-sah saja kok merayakan, tapi aku tak terlalu wow saja hahah. meski aku tak ada perasaan seakan merayakan, aku selalu menikmati acara di tahun baru, baik bakar-bakar atau apa gituuu.

    dan tahun baru bagiku, selalu menjadi hari dimana aku melakukan sesuatu yang luar biasa. kuceritakan satu persatu. meski tak detail, tapi setidaknya itu yang kuingat. tahun baru ini misal, aku malah duduk di depan laptop, ngeblog, sambil lihat live salah satu idol jepang, tidak lupa dengan sebatang nikotin di tangan hahahha. tak merasa istimewa, meski ada ajakan, tapi aku tolak. bodo. bahkan tahun baru setahun lalu, pertama kalinya bagiku tidur berdua dengan seorang wanita yang bukan muhrim, pertama, meski tak sampai jadi apa-apa, aku sunggu takut saat itu, hingga aku tidur pun dengan berucap istigfar terus hahahah, padahal sang wanita sendiri dalam keadaan mabuk dan sudah biasa untuk melakukan "itu". bodonya aku. pernah juga pada tahun baru keberapa, aku lupa,  aku pernah kegendam di stasiun tanah abang, kegendam pek, ancoook. jam tangan yang mungkin sehagra 15ribu, ku beli dengan harga 300 ribu, itu pun aku tak menolak. bukan, bukan aku yang ingin membeli, tapi tiba-tiba ada sesorang menepuk pundakku dan langsung menyodorkan jam, ntah bagaimana, aku hanya mengangguk-ngangguk dan memberikan 6 lembar kertas berwarna biru itu padanya. pernah juga di waktu sma tahun akhir, aku yang sedang menyukai seseorang, menolak ajakan orang tua untuk bakar-bakar di rumah saudara, dan itu kumpul-kumpul keluarga besar, demi tahun baru bersama orang itu di sekolah, iya, di sekolah, acaranya tak wajib, tapi ntah bagaimana aku membujuknya untuk ikut, atau apa, aku lupa. dan pertemuan terakhir dengan orang ini juga(sekarang udah sering ketemu lagi selang beberapa tahun), ku nikmati tahun baru(tiga tahun lalu), dan itu adalah terakhir kalinya aku meminum minuman haram itu, hahahah, pikiranku tersadarkan setelahnya, alkohol gak ada gunanya.

    aku hanya ingin berterimakasih kepada romawi modern dan juga kepada agama yang dianut oleh teman-temanku ini, bisa membuat acara seperti ini untuk dirayakan setiap tahunnya, meski bagiku tidak terlalu istimewa, tapi aku sangat menikmatinya, meski dari-dulu aku malah banyak tidur di pukul 8 ke atas. hahha. maafkeun hehehe. have a nice night guys. stay safe.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

    12.12 (dua belas dua belas), mungkin diskon dan diskon yang selalu diingat. entah kapan ini mulai, mungkin saat lazada dan teman-temannya datang. tapi tidak bagiku. 12 desember adalah hari yang kuingat tentang seorang wanita, sebut saja beby, meski bukan mantan pertama, ia adalah wanita pertama yang ku ceritakan ke mama. ia lebih tua dari ku, aku mulai sadar, mungkin disini aku mulai lebih menyukai orang yang lebih tua dari ku, hanya saja kali ini aku menyukai yang lebih muda. aku ceritakan kapan-kapan perihal ini. 

    Ntah apa bagusnya, aku lupa bagaimana aku bisa menyatakan di tanggal itu, 12 Desember 2012, iya 12-12-12. cantik bukan tanggalnya, aku kira kebetulan sesaat, ternyata sesat hahaha. hari itu hari rabu bila tak salah, karena seingatku aku masih melakukan kelas tambahan di sekolah, iya hanya kelasku, kelasku memang istimewa, tapi sekarang sudah tak ada kelas seperti itu lagi. tuhkan aku mulai melimpir. Beby sosok yang lebih kecil dan lebih tua. dia suka marah-marah bila diganggu saat bermain fending frenzi atau apa itu namanya. dia memiliki asma tapi masih saja coba-coba rokok, bahkan di warung budheku, hadeeh. ia adalah alasan aku kembali bersemangat masuk sekolah dan lbb. biasalah anak smp, geng and geng gituuu. setiap pagi aku lewat depan kelas hanya sekedar bersapa "halooo" hahahha, bocil bocill. apalabila istirahat atau jam kosong, ku ingat tempat yang selalu menjadi markas rahasiaku, dimana lagi bila tak di kelasnya, kadang ke perpus juga siiiih. sampe bu nur hafal hahhaha.

    Pulang kelas pun seperti sosok suami yang pulang kerja, "assalamualaikuuum!" teriakku depan kelasnya, disitu seakan semesta memiliki rencana, ntah apa yang kami bicarakan saat itu, aku lupa, hanya saja aku tau apa yang membuatku membaca novel harry potter pertama kalinya, apalagi jika bukan orang ini, jujurly, dulu capek bacanya hahah. mulai lah aku akrab dengan kakak kelas lainnya, dengan sebutan "oh nyari beby", iya, dia kakak kelas, setahun lebih tua dari ku. aku jadi mulai bisa bergaul kembali, tapi bukan dengan teman sekelas, untuk teman sekelas aku ceritakan lain hari ya hahah, thx to ilham my friend. 

    Kalo difikir-fikir, disini aku mulai tak bermain ke warnet lagi, waktu kuhabiskan, apabila kata orang "dimana ada beby disitu ada ivan" hahahaha. biasa, mbak-mbak momong bocil. bahkan aku sampai akrab dengan para pedagang, pak bon, tukang becak di sekolah, ia biasa kami disitu terus sampe sepi, jangan mikir macam-macam! masih smp. banyak guru lbb dan sekolah yang tau, bahkan wali kelasku, maaf bu nurindah hehehe, muridmu satu ini bandel emaang. bahkan mbak ayah mama tau dari guru dulu, hadeeeh. sekeluarga dari ayah pada tau semua hahhahah. aku lupa apa lagi yang mau aku ceritakan, bukannya aku tak ingat, hanya saja aku tak mau mengingat hal itu hahha, ya gimana gak inget, ada orang yang sampe udah males buat masuk sekolah langsung jadi semangat luar biasa, aku yang sekarang pun heraan. 


    beb! ora temennya beby! kalo baca ini gakusah diceritain siapa-siapaa yaaa, malu jaman muda dulu. doaku masih sama seperti dulu, moga bahagia di jalan masing-masing, udah berapa lama kita gak ketemu yaa? lama deh pokoknya hahahah.

edit: tambahan aja, gak perlu diinget sih tapi setelah kepergianmu adalah pertama bagiku menenggak minuman haram itu. memang benar itu membuatku sedikit gila, tapi sekarang sudah tak berbekas dan aku sadar bahwa alkohol tak akan memberikan apapun selain hanya menunda masalah, berbeda dengan rokok yang membuat kita dapat memikirkan solusi lebih asiq. udah cuma itu aja tambahannya, lainnya banyak sih, tapi cukup menjadi rahasia berdua aja hehehe.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

    Dalam hubungan orang tua dan anak pasti memiliki masalah masing-masing, begitu pun aku. Aku pernah sangat membenci orang tuaku bahkan hingga merubah kebiasanku. bukan karena urusan pentingku, seperti sekolah atau kuliah. aku sangat amat membenci mereka dulu. mungkin 2 bulanan aku tidak berbicara, bahkan pesan mereka tidak aku balas selama itu. ini terjadi di tanggal 30 November beberapa tahun lalu, setelah isya aku hanya menelfon rumah(aku tidak sedang di rumah), tanpa ada curiga apa-apa. aku menceritakan bahwa besoknya aku ada acara kelas untuk berlibur yang dinamakan makrab, seperti remaja pada seusiaku lainnya. disitu aku yang menjadi koordinator acaranya(koordinator banget gak tuh). semua seperti apa adanya. karena besok adalah hari bahagia bagi ku. menghabiskan waktu dengan bersenang-senang dengan teman-teman, merokok bersama, bermain, menghabiskan malam. begitu fikirku kala itu, tetapi saat sejam telfon ditutup, ada sebuah pesan masuk, bukan dari orang tua tetapi keluargaku yang lain. isinya berita duka berpunglangnya nenekku dari pagi sebelum subuh, ibu dari ibuku. aku tahu, meski aku bukan cucu kesayangan, bahkan namaku kadang tertukar dengan mas Haris. aku sangat amat marah dan sedih menjadi satu. ku telfon kembali orang tuaku. ali-ali menggunakan bahasa indonesia maupun basa krama yang terlihat sopan, ku gunakan ngoko "maksudmu opo, aku ra mok dudui nek mak um sedo?", begitu seingatku. aku tahu itu sangat menyakiti mereka. tapi hatiku juga sakit. orang tua yang sangat amat ku percaya bahkan tak mau memberi tahu sesuatu sepenting itu. untuk apa? kurang lebih aku berdiam diri di kamar sekitar beberapa jam hingga tengah malam dengan keadaan menangis sambil berkata jorok. saat itu aku benci semua manusia, bahkan aku sempat mengumpat tuhanku yang selalu kupanjatkan doa. setelah keadaanku sudah lumayan tenang, aku pergi ke minimarket terdekat, untuk pertama kalinya, aku membeli sebungkus rokok dengan keadaan sadar dan sangat amat ingin hal itu. tapi setidaknya aku tak membeli alkohol untuk meluapkan emosiku. seumur-umur, aku hanya meminum alkohol hanya karena wanita dan masalah akademik. sebungkus surya 16 habis sebelum subuh. gila memang, dadaku sesak karena asap lebih baik rasanya daripada sebelumnya, sesak karena manusia. paginya ku jemput temnaku, aghni, untuk berangkat ke titik kumpul, sudah dengan keadaan semua terlihat biasa-biasa saja. bahkan hingga acara selesai aku tak menunjukan rasa sedih sama sekali. aku tak mau orang tau, bahkan temanku saat itu. seminggu aklu tak keluar kamar atau menyapa kamar sebelah. bahkan kamar sebelah baru tahu aku merokok setelah dua minggu. seberapa banyak bungkus ku hisap, luka itu belom jua hilang dari lubuk. ini tak semenyaktikan patah hati karena wanita atau karena alasan akademik yang pernah ku dapat. tapi lebih dari itu. terkadang di tengah tidur, aku masih bermimpi nenekku itu. aku sangat amat menyesal beberapa bulan sebelum nenekku meninggal, aku tak sempat untuk bermain ke rumahnya, lebih mementingkan nongkrong dan nongkrong yang tanpa tau tujuannya. aku benci diriku.


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

About me

hanya seorang remaja yang menjadi sok dewasa dengan sifat kekanak-kanakan.

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube
  • website

sesuai tanggal unggahan

  • ▼  2022 (1)
    • ▼  Juli (1)
      • Bukan Kemujuran
  • ►  2021 (8)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (3)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2020 (3)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2019 (9)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (3)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2013 (2)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2012 (8)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2011 (10)
    • ►  Desember (4)
    • ►  November (6)

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates