Dua Belas Kubik
12.12 (dua belas dua belas), mungkin diskon dan diskon yang selalu diingat. entah kapan ini mulai, mungkin saat lazada dan teman-temannya datang. tapi tidak bagiku. 12 desember adalah hari yang kuingat tentang seorang wanita, sebut saja beby, meski bukan mantan pertama, ia adalah wanita pertama yang ku ceritakan ke mama. ia lebih tua dari ku, aku mulai sadar, mungkin disini aku mulai lebih menyukai orang yang lebih tua dari ku, hanya saja kali ini aku menyukai yang lebih muda. aku ceritakan kapan-kapan perihal ini.
Ntah apa bagusnya, aku lupa bagaimana aku bisa menyatakan di tanggal itu, 12 Desember 2012, iya 12-12-12. cantik bukan tanggalnya, aku kira kebetulan sesaat, ternyata sesat hahaha. hari itu hari rabu bila tak salah, karena seingatku aku masih melakukan kelas tambahan di sekolah, iya hanya kelasku, kelasku memang istimewa, tapi sekarang sudah tak ada kelas seperti itu lagi. tuhkan aku mulai melimpir. Beby sosok yang lebih kecil dan lebih tua. dia suka marah-marah bila diganggu saat bermain fending frenzi atau apa itu namanya. dia memiliki asma tapi masih saja coba-coba rokok, bahkan di warung budheku, hadeeh. ia adalah alasan aku kembali bersemangat masuk sekolah dan lbb. biasalah anak smp, geng and geng gituuu. setiap pagi aku lewat depan kelas hanya sekedar bersapa "halooo" hahahha, bocil bocill. apalabila istirahat atau jam kosong, ku ingat tempat yang selalu menjadi markas rahasiaku, dimana lagi bila tak di kelasnya, kadang ke perpus juga siiiih. sampe bu nur hafal hahhaha.
Pulang kelas pun seperti sosok suami yang pulang kerja, "assalamualaikuuum!" teriakku depan kelasnya, disitu seakan semesta memiliki rencana, ntah apa yang kami bicarakan saat itu, aku lupa, hanya saja aku tau apa yang membuatku membaca novel harry potter pertama kalinya, apalagi jika bukan orang ini, jujurly, dulu capek bacanya hahah. mulai lah aku akrab dengan kakak kelas lainnya, dengan sebutan "oh nyari beby", iya, dia kakak kelas, setahun lebih tua dari ku. aku jadi mulai bisa bergaul kembali, tapi bukan dengan teman sekelas, untuk teman sekelas aku ceritakan lain hari ya hahah, thx to ilham my friend.
Kalo difikir-fikir, disini aku mulai tak bermain ke warnet lagi, waktu kuhabiskan, apabila kata orang "dimana ada beby disitu ada ivan" hahahaha. biasa, mbak-mbak momong bocil. bahkan aku sampai akrab dengan para pedagang, pak bon, tukang becak di sekolah, ia biasa kami disitu terus sampe sepi, jangan mikir macam-macam! masih smp. banyak guru lbb dan sekolah yang tau, bahkan wali kelasku, maaf bu nurindah hehehe, muridmu satu ini bandel emaang. bahkan mbak ayah mama tau dari guru dulu, hadeeeh. sekeluarga dari ayah pada tau semua hahhahah. aku lupa apa lagi yang mau aku ceritakan, bukannya aku tak ingat, hanya saja aku tak mau mengingat hal itu hahha, ya gimana gak inget, ada orang yang sampe udah males buat masuk sekolah langsung jadi semangat luar biasa, aku yang sekarang pun heraan.
beb! ora temennya beby! kalo baca ini gakusah diceritain siapa-siapaa yaaa, malu jaman muda dulu. doaku masih sama seperti dulu, moga bahagia di jalan masing-masing, udah berapa lama kita gak ketemu yaa? lama deh pokoknya hahahah.
edit: tambahan aja, gak perlu diinget sih tapi setelah kepergianmu adalah pertama bagiku menenggak minuman haram itu. memang benar itu membuatku sedikit gila, tapi sekarang sudah tak berbekas dan aku sadar bahwa alkohol tak akan memberikan apapun selain hanya menunda masalah, berbeda dengan rokok yang membuat kita dapat memikirkan solusi lebih asiq. udah cuma itu aja tambahannya, lainnya banyak sih, tapi cukup menjadi rahasia berdua aja hehehe.
0 komentar