Bukan Awal yang Baru
sedikit ku bercerita mengenai hal ini, hal yang dirayakan setahun sekali, tahun baru. tahun baru bagi orang, itu adalah hal yang identik dengan perayaan dan juga mengucapkan resolusi untuk tahun berikutnya, tapi tidak denganku. untuk apa membuat resolusi setiap tahunnya, meski hampir sama dengan membuat target dalam sebuah acara atau dalam pekerjaan, bagiku itu hal yang berbeda. resolusi bagiku tetap kita buat saat terfikirkan saja. aku tau ini hal yang kemungkinan salah, tapi setidaknya aku tak menggantinya setiap tahun, tapi aku selalu membuat target, harus kapan dan bagaimana, jadi tak melulu hingga 31 desember. bahkah di tahun ini, aku sedang bingung harus mulai makan nasi atau melanjutkan tidak makan nasi(diet yang ku jalani sejak februari). ya meski tak terlihat dampaknya secara signifikan, tapi aku merasakan ada perbedaan, aku jadi jarang mengantuk dan tak sepegal dulu, berat badan? ntahlah, tak terasa berbedaa. tetapi dompet berbeda, aku yang diet, dompet yang kurus hahahhaha. ok, kembali ke topik, tahun baru bagiku sama seperti malam-malam biasanya, dan aku tak pernah menganggapnya sebagai seuatu hal yang harus dirayakan, bagaimana tidak, sebagai orang jawa dan islam, tak ada di budaya dan ajaranku. bukan berarti aku menyalakan teman-temanku yang merayakannya, tapi hanya pikiranku saja yang agak nyelene. sah-sah saja kok merayakan, tapi aku tak terlalu wow saja hahah. meski aku tak ada perasaan seakan merayakan, aku selalu menikmati acara di tahun baru, baik bakar-bakar atau apa gituuu.
dan tahun baru bagiku, selalu menjadi hari dimana aku melakukan sesuatu yang luar biasa. kuceritakan satu persatu. meski tak detail, tapi setidaknya itu yang kuingat. tahun baru ini misal, aku malah duduk di depan laptop, ngeblog, sambil lihat live salah satu idol jepang, tidak lupa dengan sebatang nikotin di tangan hahahha. tak merasa istimewa, meski ada ajakan, tapi aku tolak. bodo. bahkan tahun baru setahun lalu, pertama kalinya bagiku tidur berdua dengan seorang wanita yang bukan muhrim, pertama, meski tak sampai jadi apa-apa, aku sunggu takut saat itu, hingga aku tidur pun dengan berucap istigfar terus hahahah, padahal sang wanita sendiri dalam keadaan mabuk dan sudah biasa untuk melakukan "itu". bodonya aku. pernah juga pada tahun baru keberapa, aku lupa, aku pernah kegendam di stasiun tanah abang, kegendam pek, ancoook. jam tangan yang mungkin sehagra 15ribu, ku beli dengan harga 300 ribu, itu pun aku tak menolak. bukan, bukan aku yang ingin membeli, tapi tiba-tiba ada sesorang menepuk pundakku dan langsung menyodorkan jam, ntah bagaimana, aku hanya mengangguk-ngangguk dan memberikan 6 lembar kertas berwarna biru itu padanya. pernah juga di waktu sma tahun akhir, aku yang sedang menyukai seseorang, menolak ajakan orang tua untuk bakar-bakar di rumah saudara, dan itu kumpul-kumpul keluarga besar, demi tahun baru bersama orang itu di sekolah, iya, di sekolah, acaranya tak wajib, tapi ntah bagaimana aku membujuknya untuk ikut, atau apa, aku lupa. dan pertemuan terakhir dengan orang ini juga(sekarang udah sering ketemu lagi selang beberapa tahun), ku nikmati tahun baru(tiga tahun lalu), dan itu adalah terakhir kalinya aku meminum minuman haram itu, hahahah, pikiranku tersadarkan setelahnya, alkohol gak ada gunanya.
aku hanya ingin berterimakasih kepada romawi modern dan juga kepada agama yang dianut oleh teman-temanku ini, bisa membuat acara seperti ini untuk dirayakan setiap tahunnya, meski bagiku tidak terlalu istimewa, tapi aku sangat menikmatinya, meski dari-dulu aku malah banyak tidur di pukul 8 ke atas. hahha. maafkeun hehehe. have a nice night guys. stay safe.
0 komentar