Pohon pun Takan Dapat Melawan saat Ditebang
Padahal baru beberapa hari lalu kami satu kontrakan akan melakukan liburan yang asik di jogja, tapi tuhan berkata lain, mulai ku renungkan segala kemungkinan, mana mungkin aku dapat tertawa bila ada teman atau keluargaku yang menangis. Baru saja ku pulang dari Bandara Soekarno Hatta untuk mengantar teman di pagi buta, langsung kubuka laptopku untuk menghadiri kelas yang bermateri dengan ceramah dosen. selang beberapa menit pikiranku sudah buyar entah mengapa. Ku nyalakan sebatang Marlboro merah dengan iringan lagu Pintu Waktu dari Senar Senja. Ku mulai tertegun beberapa waktu demi melihat langit-langit kamar "aku gak siap" ucapku lirih, bagaimana mungkin ada manusia yang siap untuk ditinggalkan sosok kesayangannya demi menghadap Gusti Pangeran. entah apa lagi, mulai kucoba mengetik di gawai yang sudah menemaniku selama 2 tahun "Assalamualaikum ma, lagi apa?" dan bergegas ku coba juga untuk ayahq. Lihat sudah seberapa banyak kerutan di wajah kalian. aku pun tak kan mau menghitungnya. kalian sungguh jahat, hanya memikirkan saja, si anak bajingan yang sok dewasa ini meneteskan sesuatu di matanya. Semoga si sulungmu ini segera mapan dan memberikan kebahagiaan bagi semua orang, dan ingin ku lekas mengambil segala kewajibanmu untuk adik-adik, dengan harapan di masa tua kalian yang sekarang ini terjadi, sudah dapat dihabiskan untuk menikmati saja. entah bila membicarakan perihal tentang kalian, tak kan ada kata-kata bersajak yang muncul, logikaku pun tak kan sampai menggebu, hanya ingin berterimakasih dan mencela diri sendiri. Tuhan, bila ku tak dapat menemani mereka di tanah suci tepat waktu, izinkan hamba menggantinya untuk menemani di surga kelak.
Keajaiban takkan datang
Hanya tuk membuat kenangan
Bunga Sakura mekar
Pada waktunya
Ku menghitung sisa hari
Dari pada merasa sepi
Hargailah momen ini waktu di mana
Kita bisa bersama
0 komentar