• Home
  • Beranda
facebook twitter instagram pinterest

tiwul

agama dengan pengikut terbesar di dunia menurut pew research adalah kristen lalu diikuti islam di urutan kedua. tapi tuhan mana yang paling banyak penganutnya? bukan, bukan dari kedua agama tersebut. Uang adalah jawaban yang benar. entah bagaimana uang mendapat begitu banyak penganut.
aku ingat di tahun akhir saat sma, semua orang mulai berbicara mengenai jurusan kuliah yang akan diambil, dan tentu saja selalu ada selingan jurusan mana yang diramalkan akan dapat uang paling banyak, bukan pendapatan, kami masih terlalu dini untuk berbicara mengenai pendapatan. sampai orang tua pun membicarakannya juga untuk anak mereka. bahkan pernah terfikirkan untukku betapa hebatnya uang kala itu, banyak orang mencari uang dengan merelakan segelintir uang yang terbilang besar(kuliah bayar mahal atau sogok sana-sogok sini untuk pendidikan setelah sma). dan saat itu tiba-tiba, aku pun sudah terdaftar sebagai mahasiswa akuntansi dan statistika, dan ku pilih akuntansi, bukan karena uang. ada alasan lain, mungkin bisa ku ceritakan di lain hari bila ingin.bahkan meski aku memilih akuntansi, aku tak pernah terfikirkan untuk memiliki banyak uang kala itu, ntah aku saja yang aneh atau sedang mabuk dengan buku-buku. 
beberapa tahun berlalu, aku pun bekerja di salah satu kantor akuntan publik, dimana teman-teman angkatanku masih harus menyelesaikan kuliah, tak ku pungkiri, pertama kali mendapat uang dari usaha sendiri membuatku buta akan uang, beli ini beli itu. tapi hanya beberapa hari, pikirku langusng, untuk apa semua itu saya lakukan. sehingga untuk gaji-gaji saya berikutnya, hanya ku gunakan nonton bareng perempuan yang sama setiap 2 minggu  sekali dan 2 minggu sekali ke fx, untuk nonton jkt48, dan nonton konser yang tak tentu waktunya. sebagian lainnya? ntah ke kotak amal atau kantong simpanan. dan kalian tau apa yang teman-teman tanyakan setiap nongkrong? "dapet bayaran berapa?","asik udah punya uang sendiri", ah aku tak suka akan hal itu.
setahun kemudian, aku berkuliah untuk kedua kalinya, dimana saat itu teman-teman mulai bekerja di awal-awal, dan aku berkuliah dengan meninggalkan pekerjaan, ya aku tak berpenghasilan lagi sampai sekarang. dan kalian pasti tau apa yang akan dibicarakan sampai sekarang, uang, komposisi gaji, ceperan-ceperan ini ceperan-ceperan itu, hahaha, aku sering tertawa sendiri. untuk apa. meski aku juga sering mendapat uang dari joki tugas dan mendesain sesuatu, tapi saya pun tak pernah memasang tarif, mereka tiba-tiba kirim di ewallet, hasilnya ya lumayan bisa untuk membeli barang elektronik, tapi aku salurkan ke kitabisa. selain 2 hal itu, aku juga bermain judi bola dan masuk ke pasar saham, semata-mata agar bisa ikut obrolan tongkrongan, karena tidak mungkin saya ikut bagian saat pembicaraan mengenai gaji dan sistem birokrasi  di pemerintahan seperti mereka, tidak relate. 
tak ada makna atau pesan, hanya ingin bercerita, dan berantakan. ohya, sekarang aku berkuliah jurusan ekonomi, melekat dengan "uang" tetapi bukan itu tujuanku. aneh.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Padahal baru beberapa hari lalu kami satu kontrakan akan melakukan liburan yang asik di jogja, tapi tuhan berkata lain, mulai ku renungkan segala kemungkinan, mana mungkin aku dapat tertawa bila ada teman atau keluargaku yang menangis. Baru saja ku pulang dari Bandara Soekarno Hatta untuk mengantar teman di pagi buta, langsung kubuka laptopku untuk menghadiri kelas yang bermateri dengan ceramah dosen. selang beberapa menit pikiranku sudah buyar entah mengapa. Ku nyalakan sebatang Marlboro merah dengan iringan lagu Pintu Waktu dari Senar Senja. Ku mulai tertegun beberapa waktu demi melihat langit-langit kamar "aku gak siap" ucapku lirih, bagaimana mungkin ada manusia yang siap untuk ditinggalkan sosok kesayangannya demi menghadap Gusti Pangeran. entah apa lagi, mulai kucoba mengetik di gawai yang sudah menemaniku selama 2 tahun "Assalamualaikum ma, lagi apa?" dan bergegas ku coba juga untuk ayahq. Lihat sudah seberapa banyak kerutan di wajah kalian. aku pun tak kan mau menghitungnya. kalian sungguh jahat, hanya memikirkan saja, si anak bajingan yang sok dewasa ini meneteskan sesuatu di matanya. Semoga si sulungmu ini segera mapan dan memberikan kebahagiaan bagi semua orang, dan ingin ku lekas mengambil segala kewajibanmu untuk adik-adik, dengan harapan di masa tua kalian yang sekarang ini terjadi, sudah dapat dihabiskan untuk menikmati saja. entah bila membicarakan perihal tentang kalian, tak kan ada kata-kata bersajak yang muncul, logikaku pun tak kan sampai menggebu, hanya ingin berterimakasih dan mencela diri sendiri. Tuhan, bila ku tak dapat menemani mereka di tanah suci tepat waktu, izinkan hamba menggantinya untuk menemani di surga kelak.


Keajaiban takkan datang

Hanya tuk membuat kenangan

Bunga Sakura mekar

Pada waktunya

Ku menghitung sisa hari

Dari pada merasa sepi

Hargailah momen ini waktu di mana

Kita bisa bersama

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

aku tahu dalam kepercayaanku pun hal ini diharamkan

di hukum positif negaraku pun tak diakui mengenai hal ini

tapi itu sudah terlanjur mendarah daging

bagaimana tidak

"coba aja dulu, kan kita belum tahu hasilnya seperti apa"

bukan kan ini judi?

ya aku tahu, judi adalah mempertaruhkan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu

lalu apa yang kita pertaruhkan? waktu

pernakah kita menyadari waktu itu sungguh berharga, bahkan tak ada penggantinya

hal ini berlaku dalam hal ini

coba fikir lagi, dengan waktu yang kita gunakan itu

mengapa tidak kita ambil sesuatu yang sudah pasti

ah entahlah, manusia memang egois.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Kamu adalah kopi
Gelap dan membuatku berapi-api
Pahit namun kunikmati
Kamu adalah rokok
Kuhirup dan membuatku bobrok
Meski mahal, aku kembali besok
Kamu adalah alkohol
Membuatku mabuk hingga tolol
Takbisa berpisah jika hanya sebotol
Kamu adalah uang korupsi
Panas tapi mempermudah berelasi
Mengahalalkan segalanya untuk dicari
Kamu adalah babi
Sudah tahu tak dapat dimiliki akan tetapi selalu ingin kucicipi

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

hanya seorang remaja yang menjadi sok dewasa dengan sifat kekanak-kanakan.

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube
  • website

sesuai tanggal unggahan

  • ▼  2022 (1)
    • ▼  Juli (1)
      • Bukan Kemujuran
  • ►  2021 (8)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (3)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2020 (3)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2019 (9)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (3)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2013 (2)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2012 (8)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2011 (10)
    • ►  Desember (4)
    • ►  November (6)

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates