petang ini sungguh kacau, kembali rasanya diriku ini inginkan mengikuti ujian. brbeda dengan 3 ujian lalu,ujian kali ini aku sangat amat sungguh ingin mengikuti bersama kawan-kawanku semua, teman kedua di perantauan pertama. aku benci tepat tahun lalu 20 agustus 2018, kabar bangsat itu seenaknya saja datang di layar ponsel. jancok jancok jancok!. tapi mungkin itu yang dapat membuatku lebih mengenal aku siapa aku siapa diriku dan akan jadi apa aku.malam ini dimana sebelumnya aku bermalam di tempat itu kembali mengingatnya dalam-dalam beserta momen yang jancok sekali.ntah ingin kesal atau marah pada siapa dan kapan, aku marah. kuputuskan untuk kembali ke kediamanku tempatku menjalankan aktivitasku terkini untuk sedikit melupakan atau menyejukan hati. tanpa lama-lama aku memulai menelfon orang tuaku, percakapan sungguh membuatku terguncang akan pejodohan diluar nalar tetapi aku merasa sejuk saat ibuku secara tersirat dia perlahan dapat memahami dan menerima kenyataan tapi aku mengerti, ma, anakmu yang brengsek dan seenaknya saja telah gagal kali ini. membuatku dapat mengerti bahwa doaku mungkin terkabul agar kedua orang itu dapat menerimaku yang gagal ini. dasar aku, anak yang tak tau terimakasih. maafkan anakmu ini terlalu memainkan masa muda kala itu. semoga jalanku benar! semesta merestui.
Sejak saya SD, teman saya banyak sudah merokok dan mereka merokok di dekat saya yang menjadikan saya perokok pasif secara tidak langsung dalam beberapa tahun trakhir ini. Tapi saya tidak mempermasalahkan itu karena saya menerimanya. Sebab ayah saya juga begitu tapi ada yang tidak suka akan hal itu. Setidaknya sebelum anda merokok di dekat orang yang belum dikenal dan da terlihat seperti bukan perokok terutama anak-anak, perempuan dan ibu hamil, sebaiknya izin terlebih dulu. INI HANYA PENDAPAT SAYA PRIBADI, BUKAN MAKSUD MENYALAHKAN TEMAN-TEMAN SAYA YANG MEROKOK KOK. SAYA JUGA PEROKOK.
HEHEHE
HEHE
H E H E
HE
Kemarin tanggal 27 mei 2019 dalam perjalan kereta dari Jakarta ke Yogyakarta saya menaiki kereta bima dan bersebelahan dengan seorang yang ahli dalam bidang psikologi (bukan bidang saya) dan akan mengisi di seminar di salah satu universitas negeri di Yogyakarta dalam waktu 2 jam, dan saya banyak dipaparkan sedikit mengenai ilmu dan apa yang akan dipaparkan di seminar dalam perjalanan menuju Yogyakarta. Yang berarti saya berbicara dengan orang tersebut selama kurang lebih 5-6jam kecuali saat sholat dan berbuka puasa. Saya beruntung bukan? Sebagai pendingin kekesalan saya saat semingguan lebih dihantui isu begal, kerusuhan, penjarahan yang membuat saya tak beranjak kemana-mana juga pada hari-H(27 mei) saya bingung dengan rekayasa lalu lintas berkat kerusuhan (22 mei) saya yang dari bintaro harus menuju gambir kurang lebih 2,5 jam(cukup tidak senormal biasanya). Dan ternyata oh ternyata bapak tersebut tinggal juga di bintaro yang tidak jauh dari kompleks saya tinggal dan sering ke kampus STAN juga. Tapi tapi tapi naasnya, saya lupa bertanya mengenai data pribadi nama, alamat, ataupun kontaknya :(
Tapi lumayan cukup lah ilmunya hehehee
Tapi lumayan cukup lah ilmunya hehehee
Hari ini rabu 8 Mei 2019 atau 3 Ramadhan 1440 saya berbuka ouasa di restoran fast food burger di mall daerah senayan-sudirman di depan saya tepat ada anak berperawakan seperti anak smp-sma sedang pacaran sambil bergandengan tangan dan saya terdiam dan mendengarkan secara jelas tepat saat sang pria berkata
"Yang, kamu bawa mukenah gak? Pinjem dong buat sholat"
Dalam hati saya entah harus bersyukur atau kecewa dengan generasi bawah saya
"Yang, kamu bawa mukenah gak? Pinjem dong buat sholat"
Dalam hati saya entah harus bersyukur atau kecewa dengan generasi bawah saya